Persekutuan Alumni yang dimaksud disini yaitu wadah persekutuan dengan sesama alumni, baik dengan yang satu kampus, fakultas, maupun sekota (antar universitas). Biasanya ini dilakukan dalam kegiatan persekutuan sebulan sekali. Selain itu, tidak sedikit yang bersekutu dalam wadah KTB alumni dengan frekuensi seminggu sekali atau sebulan 1-2 kali. Kombinasi dari keduanya ditambah dengan kegiatan forum diskusi atau proyek pelayanan, retreat secara berkala merupakan bentuk yang ideal bagi alumni.
Kehidupan alumni pada umumnya jauh lebih berat dibandingkan dengan kehidupan mahasiswa. Lebih banyak tuntutan dan tantangan yang dihadapi, antara lain:
Dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi.
Akibatnya perlu banyak waktu, tenaga dan biaya untuk belajar, studi lagi, ... atau kerja di bidang yang tidak sesuai bahkan di bawah kualifikasi.
Tuntutan dalam pekerjaan yang cukup berat.
Dari segi target, performance, tanggung jawab, ... Biasanya jika gaji besar maka tuntutan kerja besar juga. Jika gaji kecil, maka perlu cari tambahan. Belum lagi problema tidak siap kerja biarpun sudah studi lebih dari 16 tahun. Kita tidak hanya harus kerja tapi juga harus terus belajar, baik manual maupun buku-buku lainnya. Akibatnya kita akan tetap sangat sibuk sekali.
Tuntutan keluarga dan hidup berkeluarga.
Biaya nikah, punya anak, harga kontrak rumah yang mahal. Apalagi beli rumah atau kendaraan. Karena lokasi rumah yang jauh, maka membutuhkan waktu perjalanan dan ongkos yang lebih besar. Akibatnya kita harus kerja berat dan sering isteripun harus bekerja agar mencukupi. Belum lagi tuntutan untuk membantu keluarga (orang tua, studi adik-adik,...)
Situasi birokrasi dan bisnis yang kotor.
Menimbulkan problema etis dan menghadapi masalah penyuapan, uang komisi, pungli, korupsi, ...
Masih berkembangnya diskriminasi karena agama, suku atau ras.
Banyak penghambatan dalam karir, promosi, fasilitas bagi yang tidak satu agama, suku atau ras. Hal ini sangat membuat kita rasa tertekan.
Pengaruh materialisme dan hedonisme yang makin kuat.
Yang dihormati orang bahkan keluarga yaitu orang yang kaya dan lifestyle yang hedonis. Ini mengakibatkan alumni dipacu untuk cepat kaya dan hidup dengan gaya hidup yang mewah dan menyenangkan.
Dukungan dan suasana rohani terasa hilang setelah jadi alumni.
Tidak ada lagi persekutuan, KK, retreat seperti waktu kuliah. Teman-teman KK yang bisa saling menguatkan sudah tersebar di mana-mana. Khotbah di gereja sering tidak memenuhi kebutuhan. Dan tidak semua gereja terbuka bagi kita untuk melayani.
SIAPA YANG AKAN MENOLONG MEREKA ?
Seharusnya gereja masing-masing, tapi sayang tidak banyak yang lakukan. Karena itu, biasanya alumni yang lebih senior melayani dan membantu alumni baru melalui KTB atau PAK sefakultas, kampus, sekota/wilayah, ...
Kesadaran bahwa persekutuan alumni memang dibutuhkan.
- Motivasi yang rendah menyebabkan kegiatan ini tidak bertahan lama.
Perlu memiliki visi-misi, strategi dan motivasi yang jelas dan kuat.
Harus berbeda dengan persekutuan mahasiswa.
- Lebih elegan, tapi relaks dan bermutu, baik pembahasan maupun penyajian.
- Tidak semua MC dan pembicara untuk mahasiswa juga cocok untuk alumni.
Harus punya kelebihan yang tidak didapat ditempat lain.
- Dari segi topik, sasaran, dan metoda pembahasan sangat menarik dan relevan.
- Dari segi kualitas orang-orang yang kita temui di persekutuan.
Pembicara dan narasumber-nya adalah yang terbaik dan paling tepat dibidangnya.
Jangan sembarangan meniru apa dilakukan orang lain.
- Pikirkan apa yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan sikon masing-masing.
Ide dari orang lain diterapkan sesuai dengan konteks persekutuan.
Adakan percobaan lebih dahulu sebelum diterapkan secara serius.
Bangun persahabatan dan persekutuan yang saling menguatkan.
- Sediakan banyak kesempatan untuk berinteraksi, berkenalan, bergembira, saling memperhatikan, saling menolong, ...
Bantu alumni dalam membangun persahabatan yang akrab dan saling membangun.
Pelihara fondasi kerohanian yang kuat.
Tujuannya agar bisa mendukung kehidupan rohani dan pelayanan alumni.
- Sadari dan hargai kehadiran Tuhan dalam acara persekutuan (Mat.18:20).
- Terus diingatkan pentingnya persekutuan pribadi dengan Tuhan dalam bentuk: waktu teduh, kehidupan doa, puasa, PA, retreat, ibadah, solitude, silence, stillness, dll. Ingatkan juga pentingnya hidup dipenuhi Roh Kudus.
- Pelihara dan kejar kekudusan, kerendahan hati, dan keserupaan dengan Kristus baik dalam cara berpikir, bersikap, karakter, maupun dalam pelayanan.
Beri kebebasan bagi anggota untuk berkreasi dan berekspresi.
- Namun perlu diingatkan prinsip Alkitab bahwa sekalipun segala sesuatu boleh, tapi tidak semua berguna dan tidak semua membangun. Karena itu dibutuhkan hikmat.
- Selain itu juga pentingnya sikap respek, rendah hati dan mengasihi sesama.
Dimana tiap orang dipilih sesuai dengan prinsip: The right man in the right place em>.” Jadi selain tingkat kedewasaannya, juga diperhatikan talenta atau karunia yang Tuhan anugerahkan kepada masing-masing. Sebaiknya pelayanan alumni dirintis melalui suatu KTB alumni.
Paling tidak ada tiga tahapan dalam pelayanan alumni:
Pelayanan alumni sebaiknya dimulai dari pra alumni. Pelayanan ini dilakukan dengan bekerja sama dengan persekutuan mahasiswa/kampus.
Tujuannya untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kehidupan dan pelayanan alumni.
Yaitu alumni yang baru lulus (sampai sekitar 3 tahun)
Tujuannya untuk membantu alumni baru melewati masa transisi dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dan pelayanan alumni.
Tujuannya untuk mengobarkan dan memelihara visi-misi alumni, menolong alumni dalam kehidupan berkeluarga, pengembangan diri, karir dan kesaksian hidup mereka, serta meningkatkan peran alumni bagi keluarga, gereja, bangsa, negara dan dunia.
Pada umumnya program pelayanan alumni sbb:
Sebaiknya setiap KTB punya proyek-proyek kepedulian, pelayanan atau misi yang diminati, disepakati, atau yang menjadi beban bersama.
1.Family life: marriage, languages of love, communication, conflict management, intimacy, understanding and apreciate diversity, parenting, relating to parents, witnessing in the family, child education, finance, family devotion, ...